Berebut Daging Kurban

berebut-daging

Hari Raya Idul Adha berlangsung kemarin Senin, 8 Desember 2008. Seperti biasa diikuti dengan pemotongan hewan kurban bagi yang mampu untuk dibagikan kepada masyarakat sekitar. Berita dari seputar Idul Adha datang dari berbagai daerah dimana masyarakat saling berebut daging kurban yang hendak dibagikan.

Daging kurban yang sebenarnya jumlahnya tidak terlalu banyak itu selalu jadi rebutan pada setiap datangnya Hari Raya Qurban. Di masa sulit seperti sekarang ini, siapa yang tidak ingin mendapatkan daging secara gratis. Saya saja kalau mau jujur juga mau kalau dikasih biarpun jumlahnya tidaklah banyak. Karena jujur saja memang tidak setiap hari bisa bertemu daging di meja makan. Bahkan seminggu sekali juga belum tentu. Tapi biar begitu saya tidak ngoyo ingin mendapat daging kurban itu.

Kejadian saling berebut daging kurban terjadi di beberapa daerah, seperti dari Surabaya, dilaporkan oleh Surya Online puluhan orang dan anak anak sampai terinjak – injak saat berebut daging kuban di Kantor Pengadilan Negeri Surabaya jalan Arjuno Senin, 08/12. Beruntung insiden itu tidak sampai menelan korban jiwa, karena petugas kepolisian cepat mengamankan lokasi. Tidak tanggung – tanggung ada ribuan warga mengantre untuk mendapatkan pembagian daging kurban itu. Pintu pagar kantor Pengadilan Negeri yang terbuat dari besi pun nyaris roboh karena desakan pengantre.

Berebut daging kurban juga terjadi di Solo jawa tengah. Panitia kurban di Masjid Agung Surakarta sampai kewalahan membagikan daging yang terdiri dari 2 ekor sapi dan 24 ekor kambing karena banyaknya warga yang yang berebut ingin mendapatkan daging lebih dulu. Di Masjid Raya Agung Bandung Jawa Barat juga tidak jauh beda, warga saling berebut daging kurban yang terdiri dari 5 ekor sapi dan 11 ekor domba ( dari Kompas.com ).

Masih banyak lagi kejadian serupa di beberapa tempat seperti di Masjid Istiqlal Jakarta, di masjid Kauman Semarang, RSU dokter Sudono Madiun, Kantor Balaikota Jakarta, dan beberapa tempat lainnya.

Menyaksikan warga saling berebut sepotong daging kurban seperti itu, saya jadi berpikir apakah penduduk Indonesia sudah sedemikian miskinnya sampai rela berdesakan bahkan mengabaikan anak – anaknya terpisah dari pangkuan ketika sedang mengantre.( Har-Randublatung/Foto dari Kompas.com)

  1. Mei 6th, 2012
    Trackback from : Click Here!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: